HealthcareUpdate News

Sembarangan Minum Suplemen Bisa Picu Gangguan Saraf, Neurolog Ingatkan Gejalanya

Konsumsi suplemen dan vitamin kini semakin populer untuk menjaga kesehatan. Namun, dokter spesialis saraf mengingatkan bahwa penggunaan suplemen secara berlebihan dapat memicu gangguan saraf

Tren mengonsumsi berbagai suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Tidak sedikit orang yang menganggap suplemen aman dikonsumsi dalam jumlah banyak karena mudah diperoleh tanpa resep dokter.

Padahal, menurut neurolog atau dokter spesialis saraf Prof. dr. Rizaldy Taslim Pinzon, Sp.S(K), penggunaan suplemen secara sembarangan justru dapat menimbulkan masalah kesehatan, termasuk gangguan pada sistem saraf.

Rizaldy menjelaskan bahwa salah satu kandungan yang perlu diperhatikan adalah vitamin B6 atau piridoksin. Meski vitamin ini memiliki peran penting dalam fungsi saraf dan metabolisme tubuh, konsumsi dalam dosis tinggi dalam jangka panjang dapat menimbulkan neuropati perifer atau gangguan saraf tepi.

“Kelebihan vitamin B6 bisa menyebabkan kerusakan saraf,” ujar Rizaldy seperti dikutip dari DetikHealth.

Gangguan tersebut umumnya muncul secara bertahap sehingga sering tidak disadari pada tahap awal.

Kesemutan hingga Gangguan Keseimbangan

Menurut Rizaldy, gejala yang perlu diwaspadai antara lain kesemutan pada tangan atau kaki, mati rasa, sensasi terbakar, serta gangguan keseimbangan saat berjalan.

Keluhan tersebut muncul akibat terganggunya fungsi saraf tepi yang bertugas mengirimkan sinyal antara otak, sumsum tulang belakang, dan bagian tubuh lainnya.

Karena gejalanya sering dianggap ringan, banyak orang baru menyadari adanya gangguan ketika kondisi sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dalam beberapa kasus, penderita dapat mengalami kesulitan berjalan, koordinasi tubuh menurun, hingga penurunan kemampuan melakukan aktivitas yang membutuhkan ketepatan gerak.

Jangan Asal Menggabungkan Suplemen

Rizaldy juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi berbagai jenis suplemen secara bersamaan tanpa mengetahui kandungan masing-masing.

Read More  45 Ribu Apartemen Kosong di Jakarta, Pasar Hunian Vertikal Perlu Penyesuaian

Pasalnya, beberapa produk multivitamin maupun suplemen kesehatan dapat mengandung vitamin yang sama. Jika dikonsumsi bersamaan, jumlah yang masuk ke dalam tubuh berpotensi melebihi kebutuhan harian.

Menurutnya, banyak orang beranggapan bahwa semakin banyak vitamin yang dikonsumsi maka semakin besar manfaat yang diperoleh. Padahal tubuh memiliki batas kebutuhan tertentu dan kelebihan vitamin tertentu justru dapat menimbulkan efek samping.

Karena itu, masyarakat disarankan membaca label kandungan produk sebelum mengonsumsinya dan tidak menjadikan suplemen sebagai pengganti pola makan sehat.

Utamakan Kebutuhan Tubuh

Para ahli kesehatan menegaskan bahwa fungsi utama suplemen adalah melengkapi kebutuhan nutrisi yang belum terpenuhi dari makanan sehari-hari, bukan menggantikan pola makan bergizi seimbang.

Jika muncul gejala seperti kesemutan yang berlangsung terus-menerus, mati rasa, sensasi terbakar pada kaki atau tangan, maupun gangguan keseimbangan setelah mengonsumsi suplemen dalam jangka waktu tertentu, masyarakat dianjurkan segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

Pemeriksaan lebih dini dapat membantu mengetahui penyebab keluhan dan mencegah kerusakan saraf yang lebih berat.

Fenomena konsumsi suplemen yang semakin marak menjadi pengingat bahwa produk kesehatan tetap harus digunakan secara bijak. Alih-alih meningkatkan kesehatan, penggunaan tanpa memperhatikan dosis dan kebutuhan tubuh justru dapat menimbulkan masalah baru yang tidak disadari.

Back to top button